Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia GET
Example floating
Example floating
BerauBerita

Sri Juniarsih : Peningkatan Jumlah Fasilitas Kesehatan dan Nakes di RSP Talisayan Harus Jadi Prioritas

ZonaTV
84
×

Sri Juniarsih : Peningkatan Jumlah Fasilitas Kesehatan dan Nakes di RSP Talisayan Harus Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tanjung Redeb – Jumlah ruangan dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit (RS) Pratama Talisayan diketahui belum mencukupi dan masih jauh dari jumlah ideal. Karena itu, kekurangan yang ada mesti diisi.

Direktur RS Pratama Talisayan, Andik Irwanto menjelaskan saat ini jumlah tempat tidur rawat inap di RS Talisayan hanya mencapai 38 unit. Jumlah itu pun masih berada di bawah standar untuk RSUD Tipe D, dengan jumlah tempat tidur 50 buah.

“Rinciannya di sana, ruang rawat inap dewasa sejumlah 15 unit, ruang anak 5 unit, ruang nifas 5 unit, isolasi menular udara 5 unit, isolasi umum 5 unit, dan perinatologi 3 unit,” jelasnya kepada media ini usai Musrenbang Kecamatan Talisayan, Selasa (20/2/2024).

Selain kekurangan ruang rawat inap, terdapat beberapa ruang lainnya yang juga masih dibutuhkan seperti ruang manajemen sejumlah 1 unit, gedung lab 1 unit, gudang alkes, kamar operasi, ruang UGD, dan rumah dinas dokter.

“Selama ini ruang rawat inap jadi kurang karena dipakai juga untuk ruang manajemen dan gudang alkes. Jadi memang perlu ditambah. Karena ketersediaan lahan masih cukup,” terangnya.

Tak hanya ruangan, diakuinya, jumlah tenaga kesehatan (nakes) dan dokter spesialis di RS Pratama Talisayan masih belum mencukupi. Karena itu, penambahan tenaga kesehatan memang sangat dibutuhkan.

“Saat ini yang ada itu dokter spesialis bedah dan dokter spesialis kandungan. Yang baru bergabung dokter spesialis anastesi. Lagi nunggu surat izin ptaktek keluar dari Dinas Perizinan. Sedangkan dokter spesialis penyakit dalam dan anak masih belum terisi,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Yayuk Yuliarti menjelaskan penambahan ruangan di RSUD itu memang sudah diusulkan oleh pimpinan RSUD tersebut. Berikut, sudah mulai dibuat masterplannya.

“Jadi kita sudah ada penjadwalan. Rencananya antara Bappeda, DPUPR, Dinkes, dan RS sendiri untuk pengembangan masterplannya. Karena lahannya kan masih banyak,” bebernya.

Sedangkan terkait jumlah nakes, diakuinya memang masih diperlukan. Pasalnya, jumlah tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis masih kurang.

“Infonya masih kurang. Tapi intinya kita berusaha untuk memenuhi nakesnya,” singkatnya.

Menanggapi permasalahan itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan usulan penambahan ruangan dan nakes di RS tersebut harus diprioritaskan. Karena itu, usulan tersebut mesti direalisasikan.

“Ini merupakan prioritas. Maka mesti ditindaklanjuti kebutuhan-kebutahannya. Saya harap ini bisa direalisasikan semua,” ujarnya.

“Supaya enam kecamatan yang ada di pesisir itu hanya berobat di RS Pratama Talisayan. Sehingga harus meningkatkan ruangan, maupun fasilitas, serta nakesnya,” tegasnya.

Dirinya pun berharap agar satu-satunya RS yang berada di wilayah pesisir selatan Berau itu dapat diperhatikan secara serius. Karena itu, dirinya meminta instansi terkait untuk memaksimalkan kebutuhan yang ada.

“Tolong Bapelitbang catat semua permintaan direktur tadi. Karena ini bagian dari bentuk pelayanan kita kepada masyarakat di daerah pesisir,” tandasnya. (TNW/FST)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan