Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia GET
Example floating
Example floating
BerauBerita

Peningkatan SPM untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di 2024

ZonaTV
85
×

Peningkatan SPM untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di 2024

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tanjung Redeb – Sesuai penyampaian Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam LKPJ TA 2023, Senin (25/3/2024), angka kematian bayi pada 2022 lalu masih mencapai 98 kasus.

Untuk mengatasi dan menekan angka kematian bayi itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau berencana meningkatkan standar pelayanan minimal (SPM).

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie menegaskan peningkatan SPM itu dilakukan melalui penguatan kompetensi petugas puskesmas dan rumah sakit (RS).

“Karena rumah sakit kan sudah masuk pelayanan bersifat khusus, semacam UPTD,” ungkapnya.

Selain penguatan kompetensi, lanjutnya, program pelatihan juga akan dilakukan dengan melibatkan kader-kader dari provinsi maupun dari pusat.

“Kemungkinan kita juga dapat bimbingan dari kader provinsi dan pusat terkait maternal dan neonatal (angka kematian ibu dan bayi),” imbuhnya.

Tak hanya itu, disampaikan Lamlay, pengaktifan sistem di lingkungan puskesmas juga akan dilakukan. Mengingat sistem yang sama sudah dijalankan di RS.

“Karena di RS, sudah aktif. Di IGD sudah ada layanan untuk imunisasi secara umum. Kemudian juga penguatan lintas sektor,” bebernya.

Selain kematian bayi, kematian ibu juga akan diperhatikan. Pasalnya, sesuai trend, kematian ibu lebih banyak terjadi akibat eklampsia (kejang yang terjadi selama kehamilan atau sesaat setelah melahirkan).

“Itu ditandai oleh kenaikan tekanan darah. Sehingga biasanya terjadi resiko pecahnya pembuluh darah di otak. Kalau ibu hamil dengan eklampsianya tinggi tidak boleh melalui persalinan normal,” paparnya.

Dirinya menyarankan agar operasi caesar perlu dilakukan oleh ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi. Tujuannya agar kelahirannya tidak bermasalah.

“Dia wajib operasi caesar karena kalau tekanan darah tinggi dan ngejang takut pembuluh darahnya pecah,” ujarnya.

Dirinya pun berharap agar dengan kasus kematian ibu yang terjadi, para ibu hamil wajib dan rutin memeriksa kehamilannya. Pemeriksaan juga tidak hanya dilakukan di dokter spesialis tetapi juga di puskesmas.

“Karena di puskesmas ada pemeriksaan gratis karena ada SPM dari Kemenkes. Dan di puskesmas bisa dapat tablet tambah darah. Kemudian ada pemeriksaan gratis lainnya. Yang penting ada BPJS,” pungkasnya. (Elton/Fery)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan