Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia GET
Example floating
Example floating
BerauKaltim

Penduduk Miskin di Berau Capai Angka 13.310 Jiwa

ZonaTV
85
×

Penduduk Miskin di Berau Capai Angka 13.310 Jiwa

Sebarkan artikel ini

Kasus Kemiskinan Turun 310 Jiwa Pasca Pandemik Covid-19

Example 468x60

Tanjung Redeb – Angka kemiskinan di Kabupaten Berau, mencapai 13.310 jiwa di tahun 2022. Angka itu telah mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 13.620 jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Berau Supriyanto mengatakan, pada saat tahun 2021 angka kemiskinan meningkat. Karena adanya penyebaran pandemik Covid-19 yang menyebabkan dikeluarkannya kebijakan-kebijakan PPKM dan PSBB yang menyebabkan penduduk tidak bisa beraktifitas. Ketika penduduk tidak bisa beraktifitas, otomatis akan berpengaruh terhadap roda perekonomian penduduk kita.

”Contohnya ketika ada kebijakan PPKM dan PSBB yang seharusnya orang bisa berjualan disitu karna adanya kebijakan tersebut, akhirnya dia dilarang berjualan di situ. Nah ketika dia dilarang otomatis pendapatan dia, tingkat pendapatan dia dan taraf hidup mengalami penurunan,” ujarnya.

Supriyanto mengatakan, jika masyarakat yang taraf hidupnya bergantung kepada masyarakat lain itu akan sangat berdampak kepada mereka sedangkan pegawai negeri yang memiliki pendapatan per bulan stabil itu tidak terlalu berpengaruh.

”Pegawai negeri pendapatannya sebulan stabil dari bulan ke bulan itu tidak ada pengaruh terhadapnya. Tapi masyarakat di luar sana yang memang bergantung pergerakan hidupnya dari masyarakat yang lain otomatis akan berdampak kepada hidupan dia,” ucapnya.

Kemudian ia menjelaskan, tingkat pengukuran yang dilakukan oleh BPS iyalah, dari tingkat pengeluaran penduduk dari makanan dan non makanan dari tingkat yang terendah dan dari tingkat yang tertinggi. , Kemudian rata-rata yang terendah dan tertinggi dipengaruhi oleh aktifitas ekonomi.

”Kita bisa bayangkan, pada saat itu hampir seluruh perekonomian kita tidak berkembang dan ditandai dengan PDRB kita dan pertumbuhan perekonomian kita mengalami penurunan pada saat itu,” jelasnya.

Ia menegaskan kembali, di tahun 2021 dan tahun 2022 sudah mengalami pergerakan, keberhasilan pemerintah dalam rangka untuk mengatasi pandemik Covid-19. Sehingganya kebijakan PPKM dan PSBB perlahan mulai di longgarkan dan masyarakat bisa beraktivitas kembali dalam rangka untuk memperoleh perekinomian atau menghidupkan kembali perekonomian.

”Nah itu kurang lebih perjalanan mengapa angka itu seperti itu kondisinya,” Tandasnya. (*SRK/FST)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan