Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia GET
Example floating
Example floating
BerauBerita

Akibat Proyek dan Hujan, Jalan Gurimbang Hampir Putus

ZonaTV
218
×

Akibat Proyek dan Hujan, Jalan Gurimbang Hampir Putus

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tanjung Redeb – Pelaksanaan proyek pengerjaan jalan dan longsor akibat hujan yang melanda wilayah Berau, Jumat (15/9), menyebabkan salah satu ruas jalan di wilayah RT 03, Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung hampir putus.

Kepala Kampung (Kakam) Gurimbang, Wawan menjelaskan ruas jalan tersebut sudah mengalami kerusakan dan longsor sejak 2021 lalu. Keberadaannya yang berbatasan langsung dengan pinggir sungai dan tepi jurang juga turut mempengaruhi kerusakan jalan tersebut.

Untuk menindaklanjuti hal itu, jalan dengan nomenklatur kabupaten tersebut sebenarnya sedang diperbaiki oleh Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau. Dikaji oleh tim sejak 2022 lalu, pengerjaannya lalu dilaksanakan tahun ini.

“Tapi karena alat berat keruk untuk pasang turap lalu ditambah hujan makanya longsor. Tapi sebenarnya tujuannya baik untuk perbaikan. Hanya rupanya hujan itu makanya rusak,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Wawan, pihak DPUPR Berau juga sedang melakukan penanganan dan rekayasa konstruksi. Hal itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, termasuk kerusakan pipa air dan tiang listrik.

“Per tadi pagi sudah dikerjakan sama alat berat untuk antisipasi pipa jangan sampai longsor,” terangnya.

Dirinya berharap, selain perbaikan dan penanganan ruas jalan sepanjang 200 meter itu, ke depan perbaikan juga dilakukan sepanjang 1,3 Kilometer, dari Tugu Udang hingga lokasi PDAM.

“Saya rasa pemerintah sudah beri perhatian maksimal. Tapi kalau masih ada anggaran, jalan di wilayah itu bisa ditangani lebih baik lagi terutama untuk mencegah longsor,” pintanya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) pada DPUPR Berau, Hendra Pranata menjelaskan hampir putusnya jalan itu semata-mata terjadi karena hujan. Dan bukan sebaliknya karena proyek pengerjaan dan perbaikan jalan tersebut.

“Tadi malam longsor. Tadi pagi sudah ditangani. Ini lagi mendatangkan material lebih lanjut. Dan itu rusak karena gerusan hujan. Hujan jadi tanahnya jatu. Bukan karena dikeruk alat berat,” imbuhnya.

Per hari ini, lanjutnya, semua penanganan masih dilakukan sementara. Penanganan sementara itu untuk menangani kerusakan terberat akibat hujan itu. Sedangkan penanganan utama, sesuai master plan, akan dibuat kedap air agar menghindari longsor.

“Sudah ada pendamping, tenaga ahli dari Makassar untuk tangani itu. Akan dibuat kedap air. Agar bila terjadi hujan, airnya tidak terserap,” paparnya.

Selain penanganan sementara di ruas jalan itu, tahun ini pihaknya juga sementara menangani perbaikan jalan di wilayah itu sepanjang 200 meter. Untuk penanganan itu, anggaran yang disiapkan dari APBD Berau mencapai Rp 39 miliar lebih.

Walaupun perbaikan sedang dilakukan, Diakui Hendra, penanganan jalan sepanjang 200 meter itu sangat berat. Mengingat, ruas jalan tersebut, berada di pinggir sungai dan tepi jurang dengan kedalaman mencapai 20 meter. Tentu dibutuhkan anggaran cukup besar untuk menyelesaikan perbaikan jalan itu.

“Yang sedang diperbaiki saat ini masih sekitar 50 sampai 60 meter. Kita tangani yang terberat dulu. Kalau ada anggaran kita perkuat sisi lainnya. Akan kita usulkan ke Bapenda untuk dipertimbangkan lagi anggaran yang diperlukan,” tandasnya. (*/TNW/FST)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan